F I L M S D E N I K
Sabtu, 31 Januari 2026
Film Assalamualaikum Baitullah Mengajarkan Kita Tentang Makna "Ikhlas" Sesungguhnya
Kamis, 05 Januari 2023
Balada Si Roy, Film yang Saya Nantikan di Tahun 2023
Sebagai penikmat film ada beberapa film yang ingin saya tonton di tahun 2023. Terutama film yang diadaptasi dari sebuah buku atau novel. Juga film yang dibintangi oleh aktor atau aktris yang sejak awal sudah mencuri perhatian. Seperti Tom Cruise dengan Mission Impossiblenya.
Bagi saya menonton film dari adaptasi sebuah buku memiliki tantangan tersendiri. Artinya bisa mencocokkan imajinasi kita saat membaca bukunya dengan hasil kreatifitas para sineas film. Bukan berarti membandingkan.
Hanya menyelaraskan. Jika sama seperti yang dibayangkan artinya sudut pandang kita sama. Nah, salah satu film yang tahun 2023 akan tayang adalah Balada Si Roy. Adaptasi dari novel legendaris karya Gol A Gong dengan judul yang sama.
Film Balada Si Roy (BSR) rilis tahun 2022 dan akan tayang pada 19 Januari 2023. Dibintangi oleh Abidzar Al Ghifari dan Febby Rastanty, film BSR berkisah tentang remaja Roy dengan segala kegelisahannya.
Pencarian identitas diri khas remaja usia SMA. Dengan latar daerah Serang, Banten dan setting tahun 80/90-an sesuai dengan awal ditulisnya kisah Balada Si Roy. Yang merupakan cerita bersambung di majalah Hai.
BSR dijadikan novel berseri pada tahun 1990-an oleh penerbit Gramedia. Nah, setelah menjadi novel barulah saya mengikuti kisah si Roy dari seri pertama sampai terakhir (10 seri).
Bagi pembaca novel Balada Si Roy, Roy itu gue banget. Tentu sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Sebab ada banyak kisah yang terjadi pada si Roy yang merupakan kegelisahan kita juga pada masanya.
Jika membaca novelnya saja begitu seru dan dapat sekali feel-nya. Maka membayangkan filmnya tentu lebih seru. Oleh karenanya ingin sekali segera menyaksikan Balada Si Roy versi layar lebar.
Bagaimana gaya Roy memikat hati gadis-gadis di sekolahnya? Bagaimana Roy dengan gengnya berkelahi dan balapan motor? Bagaimana romantisme ala Roy dan Dewi Venusnya? Semua ingin segera saya saksikan di layar lebar.
Bagi saya menonton BSR semacam nostalgia dan mengenang masa remaja. Remaja era 80/90-an. Nah, bagi kalian anak-anak muda milenial atau generasi Z. Bisa menyaksikan bagaimana tingkah pola remaja era 80/90-an. Bagaimana karakter pemuda masa itu. Ah, jadi tak sabar. (EP)
#baladasiroy
Nb. Tulisan senada termuat juga di Kompasiana.com
Jumat, 05 Maret 2021
Mengenang 56 Tahun Film The Sound of Music
Tahun 2021 Film The Sound of Music berusia 56 tahun. Wah, sudah setengah abad lebih ya? Memang benar. Karena The Sound of Music film yang diproduksi tahun 1965. Tepatnya pada tanggal 2 Maret 1965.
Saya belum lahir tuh. Namun The Sound of Music menjadi salah satu film favorit saya. Kok bisa? Tentu saja hasil dari membaca artikel tentang film tersebut di media cetak.
Penasaran dong. Berhubung sudah tidak ada di bioskop maka saya membeli DVD-nya. Saya menonton film tersebut di rumah saja. Ternyata memang filmnya bagus sekali loh.
Dari sisi cerita, musik dan juga latar filmnya. Semuanya bagus. Pemandangan yang disuguhkan dalam film tersebut begitu indah. Pantaslah jika film The Sound of Music meraih banyak penghargaan di zamannya.
Menariknya lagi para pemain dan kru film tetap menjaga hubungan kekeluargaan sampai sekarang. Jadi informasi tentang para pemainnya pun tetap bisa diketahui oleh para penggemar. Termasuk siapa saja para pemain yang telah meninggal.
Film The Sound of Music bercerita tentang Maria yang dikirim oleh pihak biara untuk menjadi pembantu di keluarga Kapten Von Trapp. Di sana ia harus mengurus anak Kapten Von Trapp yang berjumlah 7 orang.
Tentu saja bukan hal mudah mengurus 7 orang anak dengan karakter berbeda. Apalagi anak-anak tersebut tidak menyukai kehadiran Maria. Setiap hari ada saja ulah anak-anak untuk membuat Maria tidak betah tinggal di rumah tersebut.
Namun seiring berjalannya waktu. Akhirnya anak-anak bisa menerima Maria. Bahkan Maria ingin dijodohkan dengan ayah mereka. Sebab mereka tidak suka dengan tunangan sang ayah yang sangat galak dan tak menarik.
Sebuah cerita yang lekat dengan keseharian kita. Bisa jadi kita sendiri pernah berada di posisi anak-anak tersebut. Didukung akting para pemain yang natural dan pemandangan alam yang indah serta lagu-lagunya yang kesemuanya bagus. Pantas jika film The Sound of Music menjadi film musikal terbaik sepanjang masa.
Pemain utama film The Sound of Music, Julie Andrew yang berperan sebagai Maria serta Christopher Plummer yang berperan sebagai Kapten Von Trapp, sampai sekarang tetap berkiprah di dunia akting dan tetap ciamik aktingnya.
Namun pada tanggal 6 Februari 2021 keluarga besar The Sound of Music berduka cita. Mereka dan kita semua kehilangan kapten Von Trapp yang diperankan oleh Christopher Plummer. Plummer meninggal dunia di usia 91 tahun.
Anniversary 56th The Sound of Music diselimuti duka. Sebab kepergian Christopher Plummer belum juga satu bulan. Meski demikian tak akan menghapus namanya di jagad dunia hiburan. Christopher Plummer dan The Sound of Music tak dapat dipisahkan. Keduanya akan tetap abadi di hati para penggemarnya. (EP)
Minggu, 01 Maret 2020
Teman Tapi Menikah 2 "Inilah Realita Hidup Berumah Tangga"
Sabtu, 29 Februari 2020
Tentang Film Toko Barang Mantan " Intinya Kalau jodoh Tak Kemana, Kalau Cinta Jangan Gengsi"
Sabtu, 15 Februari 2020
Little Women: Membuat Kamu Tahu Tentang Anak Pertama, Peran Ibu dan Arti Keluarga
(Meg March)
Sinopsis
Melalui novel yang ditulisnya ia bercerita tentang proses kreatifnya dalam menulis. Tentang perjuangannya bagi keluarga. Tentang cara sang ibu dalam mendidik mereka. Dan tentu saja tentang konflik yang terjadi di antara mereka. Serta kisah cinta yang dialami oleh masing-masing mereka.
Bagaimana sang ibu yang meski hidup serba kekurangan tetapi mengajarkan arti berbagi kepada sesama. Terutama yang lebih kekurangan dari mereka.
Tentang bagaimana Jo March sebagai kakak tertua berjuang mewujudkan mimpi sang adik agar mereka bisa hidup berkecukupan, kelak. Tentang perasaannya yang tertekan akibat dikhianati oleh sang adik. Dan tentang pengertian sang ibu dalam situasi rumit ini.
Dengan latar negara Inggris abad 1860, film Little Women menyuguhkan pemandangan alam yang indah dan kostum-kostum pemain yang menarik. Pantaslah jika kemudian diganjar piala Oscar.
Menjadi anak pertama itu meski menyukai kebebasan tetapi memiliki kepedulian terhadap keluarga. Bahkan rela mengorbankan kepentingan dirinya demi keluarga dan adik-adiknya. Hal yang Jo March alami dalam film ini. Bahkan ia rela melepas orang yang dicintai demi sang adik yang ternyata mencintai laki-laki tersebut.
Ia ingin marah. Ingin membenci sang adik. Tetapi hanya dipendamnya saja. Ia lebih menyalahkan diri sendiri sebab menolak cinta laki-laki tersebut. Baru menyadari bahwa ia ternyata mencintai laki-laki itu setelah semua sudah terjadi. Laki-laki itu menikahi adiknya. Intinya jangan suka membohongi kata hatimu jika tidak ingin menyesal.
2. Orang yang Jatuh Cinta Itu Sulit dinasihati
Hal ini terlihat dari sikap Meg March yang telah jatuh cinta kepada seorang laki-laki. Jika awalnya ia atas dukungan sang kakak memiliki niat untuk lepas dari kemiskinan dengan menjadi aktris. Kini semua mimpi itu musnah ketika sang cinta hadir.
"Saya mungkin tidak selalu benar. Tapi saya tidak pernah salah"
3. Semarah Apa pun Terhadap Saudara, Ia Tetaplah Saudara Kita.
Jo yang membenci Amy karena telah membakar naskah yang ia simpan rapat-rapat. Tetap tidak tega dan khawatir ketika Amy terperosok di lubang es.
Amy yang menikahi laki-laki yang dekat dengannya tetap ia sambut dengan baik ketika berada di rumah. Hanya sang ibu yang mengetahui betapa hancur hatinya saat itu.
3. Kita Tidak Bisa Menolak Takdir
Betapa pun sebuah keluarga menyayangi anggota keluarga yang paling manis dan kalem. Ketika Tuhan memintanya kembali, bisa apa kita? Beth, anak paling manis dan tak banyak tingkah dari March bersaudara harus berpulang keharibaaan-Nya akibat sakit yang dideritanya. Tetapi akibat dari peristiwa ini Jo yang sempat memutuskan berhenti menulis setelah insiden naskahnya dibakar oleh Amy. Akhirnya mendapatkan ide dan kembali menulis novel yang ternyata berhasil terbit.
4. Ibu, Pembentuk Karakter Anak
Karakter anak yang kuat terbentuk dari didikan seorang ibu. Melalui nasihat dan tingkah laku sang ibu dalam mengajarkan kebaikan. Anak-anak akan selalu mengingatnya meski sang ibu tak ada.
5. Ibu, Tempat Bersandar Dari Masalah
Meski setiap masalah kita sendiri yang bisa menuntaskannya. Namun kehadiran ibu sebagai tempat bersandar membuat hati tenang. Hal tersebut terlihat dalam adegan Jo yang sedang tertekan.
Film Assalamualaikum Baitullah Mengajarkan Kita Tentang Makna "Ikhlas" Sesungguhnya
Beberapa waktu yang lalu saya sempatkan untuk menonton film Assalamualaikum Baitullah. Film yang diadaptasi dari novel karya Asma Nadia. Say...
-
"Memang kamu pernah bilang putus? Enggak kan? Kamu pergi gitu aja kok?" (Tristan) "Kapan kamu bilang cinta sama aku? Eng...
-
Sebagai penikmat film ada beberapa film yang ingin saya tonton di tahun 2023. Terutama film yang diadaptasi dari sebuah buku atau novel. Jug...
-
"Nikmati masa-masa single Lo, karena itu gak akan balik lagi" (Ayu) Dokpri Judul Film: #Teman Tapi Menikah 2 Sutradara...


